Rabu, 28 Januari 2015

Bali Butler Driver

From Butler Turn to Driver

Hello, Saya Butler Bob kembali menyapa Anda. Apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik. 
Senang kembali menyapa anda. Saya ingin memperkenalkan kegiatan baru yang saya lakoni. Berhubung sudah cukup banyak pengalaman yang saya dapatkan di bidang hospitality industry maka saya ingin menikmati pengalaman baru ini. Saya ingin menerapkan pengalaman yang selama ini sudah saya dapatkan dengan cara yang lebih sederhana. Ini untuk membuktikan bahwa pelayanan, keramah tamahan dapat dengan mudah kita implementasikan dalam kegiatan kita sehingga orang yang memakai jasa kita mendapatkan kegembiraan, kesenangan, bahagia dan kenangan yang tak terlupakan. Dengan demikian saya memilih untuk melayani sebagai seorang Butler Driver, yaitu kombinasi keahlian antara menyetir, peramu wisata (guiding) dan konsep butler sehingga klien akan merasa berbeda dengan pelayanan yang pernah didapatkannya sebelumnya. Saya Butler Bob akan dengan senang hati memberikan pelayanan yang (mungkin) belum pernah dirasakan sebelumnya. Silakan hubungi kami, 081284250656, email: rob32t@yahoo.com.
========================================================================

It come to my attention to turn to new experience in the hospitality industry. I want to implement the combination of driving, guiding and butler concept to gain the satisfaction of the clients. This new experience brings me joy more ever when my client felt 'wowed' with the service I have implemented for them. More of them never feel the same yet since they have extra service, exceeding their expectation and never think that there some thing small that makes different. Do you want to enjoy the same? Do not hesitate to contact me.
Regards,
Butler Bob.

Rabu, 05 Maret 2014

How to Make Bubble Bath (English version)

Ada pesan ke saya demikian,

"Hi Butler Bob, would you please translate the post of Cara Membuat Bubble Bath (Mandi Busa)?" Owww, very well, little little english sih I can speak heheheh...

Very well, this is only the repeating of the old post that you can see in the bottom. 

Firstly, prepare the media that you need in making the foam on the bath or bubble bath such as liquid soap and water bucket. And for additional if you are making it for your guest you can add scented oil or aromatic oil and some colorful flower.

Secondly, pour the liquid soap in to the water bucket on the bath tub then shoot the liquid soap with high pressure water. The higher the pressure the more foam will be produced. Let the bucket full with the water till the foam spilled over out of the bucket and fall in to the bath tub. Pour more liquid soap when you see the foam is less of thickness. When the foam has covered the bath tub around 1/4 part then you can stop shooting the liquid soap and start to full the bath tub with water till indicate 3/4 part, see the level from bath tub edge. Then you can put scented oil and decorate with the flower on top of the foam. That is all...and enjoy compliment from your guests and smile....


Minggu, 23 Februari 2014

Helicopter Trip

Berapa harga yang kita harus bayar untuk menikmati penerbangan dengan pesawat terbang? Naik Garuda atau Lion mungkin sudah biasa dengan kisaran harga ratusan ribuan hingga jutaan. Jika naik helikopter berapa ya? Hmmmm, mungkin akan pernah untuk membayar helikopter untuk melakukan suatu perjalanan wisata. Tapi, bisa saja anda mendapatkannya secara gratis....

Menjadi Butler sangat mengasikkan. Banyak pengalaman kita dapatkan mulai dari wawasan yang bertambah luas hingga kesempatan menikmati yang belum pernah didapatkan. Untuk kali ini adalah cerita pengalaman saya beberapa kali melakukan helicopter trip dengan tamuku. 

Pertama sekali saat mendapat kesempatan menjajal si burung besi, kami melakukan wisata ke sebuah pulau terpencil di tengah lautan India. Nama pulau tersebut adalah Silhouette. Setelah penerbangan yang menghabiskan waktu sekitar 20 menit, tibalah kami di pulau tersebut. Kami mendarat di pantai.. Setelah keluar dari cockpit disamping pilot, segera saya turunkan barang-barang bawaan yaitu snack box  picnic berisi makanan dan minuman ringan, bir, sampanye (champagne), handuk, payung dan lain-lain. Kemudian pilot beserta helikopter meninggalkan kami bertiga di pulau tersebut. Pantainya sungguh sepi hampir tidak ada orang kecuali satu keluarga yang kerjanya adalah bertani kopra dahulunya. 

Tamukupun menikmati deburan ombak sambil berjalan berdua di pantai yang sepi. Dari kejauhan mereka bagaikan sepasang insan yang mereka berdua saja pemilik bumi ini, hehehehe. Segera saya siapkan barang bawaan ke tempat yang lebih nyaman sehingga tamu bisa kebih menikamti kesendirian mereka. Sungguh suasana yang sangat romantis terlebih saat mereka kusuguhi sebotol sampanye. Di saat mereka berendam di laut saya juga gak menyia-nyiakan kesempatan untuk foto-foto sendiri, hahahaiii.  Kami menghabiskan waktu selama empat jam saja sampai helikopter kembali menjemput kami. Mau tahu harga paket ini? Sekitar 20 jutaan, bo.....

Di kesempatan kedua dengan tamu yang berbeda, kami melakukan wisata one day trip. Kali ini menuju pulau La Digue dan Praslin dimana ditemukan kura-kura besar seperti yang bisa ditemukan di Galapagos, namanya turtoise. Juga ditemukan kelapa aneh termahal di dunia yang disebut coco de mer. Kami berangkat jam sembilan pagi dan tiba jam setengah jam kemudian. Kali ini tidak membawa picnic karena mudah menjumpai restoran. JAdi perjalanan semakin asyik. Seturun dari pesawat, kami sudah ditunggu oleh pak kusir dengan pedatinya. Kami bayar 80 euro untuk wisata naik pedati ini, kami menuju pantai Anse D'Argent yang terkenal dengan batu-batu granitnya dan melihat kura-kura tortoise. Selama dua jam di tempat tersebut kami menuju pelabuhan dengan menaiki sepeda untuk menyeberang ke pulau Praslin dengan ferry. Selama 30 menit menyeberang, kamipun tiba dan dijemput oleh supir taxi yang sudah kamu reservasi sebelumnya. Karena sudah agak siang kamipun mampir dulu di hotel untuk mengisi perut, kami menuju hotel Lemeuria. Kemudian perjalanan kami lanjutkan ke pantai terkenal Anse Lazio. Pantainya indah dan bersih menjadi tujuan utama turis di pulau ini. Tapi, hati-hati. Ikan hiunya ganas sekali dan sudah beberapa kali menyerang manusia. Terpaksa otoritas setempat memagari pantai dengan jaring biar aman.

Kami menghabiskan waktu hingga pukul lima sore dan kami harus berangkat menuju bandara Praslin karena disanalah helikopter y ang menjemput kami menunggu. Selanjutnya kami kembali ke hotel sambil menikmati sunset di angkasa. Asyik bukan???? Lumayanlah selama menjadi Butler sempat menikmati empat kali wisata dengan helikopter, Hmmmm, ternyata sering-sering naik helikopter, bisa bosan juga ya.... Tapi pengalamannya sungguh berharga.

Rabu, 15 Agustus 2012

Unbelievable Wow

Salam dari Butler Bob,

Saya hanya ingin sharing sedikit dengan wow yang baru-baru ini saya berikan kepada tamu saya yang berasal dari Rusia. Kebetulan tamu saya tersebut seorang muslim dan pada saat mereka datang menginap pas hendak memasuki bulan Ramadhan dan mereka hendak melakukan ibadah puasa selama seminggu.

Sehari sebelum puasa mereka memesan makanan untuk sahur dan menyuruh saya meletakkannya di atas meja sebelum meninggalkan tempat kerja pada malam hari itu. Dan mereka akan mengambil sendiri nantinya.

Namun sebagai tamu yang membayar mahal, sekitar euro 1800 per malam, sungkan rasanya tidak memberikan service yang selayaknya kepada mereka. Dan setelah kordinasi dengan atasan akhirnya saya menginap saja agar esok harinya bisa melayani mereka sebagaimana mestinya.

Dan pada pagi esok harinya, saat saya membangunkan mereka untuk sahur, mereka sungguh kaget karena apa yang tidak mereka harapkan ternyata semuanya sudah tersedia di atas meja. Mereka sungguh senang sekali bahwa ada yang melayani mereka dan mempersiapkan acara sahur mereka dengan baik.

Dan malam harinya pada saat mereka hendak berbuka puasa, tanpa mereka ketahui, saya telah menyediakan buah kurma beserta kopi arab sebagai hidangan pembuka puasa. Mereka sungguh senang sekali. Sungguh senang juga rasanya melihat expressi tamu yang begitu bahagia. Dan lebih dari itu apa yang saya dapatkan di hari kedua mereka tinggal? Tak disangka dan tak diduga ternyata si tamu memberikan dua lembar pecahan 500 euro. Wow!!!! Ternyata saat itu bukan tamunya yang bilang wow tetapi butlernya. Sumringah deh dapat THR..... :-)

Jumat, 13 Juli 2012

Wow and Wow Your Guest

Setelah membaca 'wow' terdahulu berupa Bubble Bath atau mandi busa apakah anda masih terpaku dengan standard yang 'kaku' yang diterapkan pada pekerjaan Anda? Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwa Butler Service itu untuk melampaui standard yang ada. Ada banyak wow yang bisa dilakukan untuk menyenangkan tamu di hotel, resort maupun di villa dan ini bisa kita lakukan berdasarkan kegiatan tamu dengan melihat situasi dan kondisi yang tepat. Jangan membuat suatu wow yang tidak pada saatnya agar usaha Anda menyenangkan tamu menjadi mubazir. Dan juga jangan membuat wow secara berlebihan pada saat yang sama agar tamu tidak merasa pelayanan Anda 'over acting'.

Berikut ini akan saya berikan daftar wow yang bisa Anda pergunakan atau terapkan di tempat Anda bertugas. Ingat! Usahakan wowo yang Anda berikan tidaklah dengan cara membeli karena itu bisa merugikan diri Anda sendiri. Kenapa? Karena secara jujur, kita bekerja di bidang jasa ini adalah agar tamu yang kita layani tidak segan-segan memberikan selembar atau dua lembar pecahan dolarnya sebagai rasa terima kasih dan penghargaan atas pelayanan Anda. Bagaimana jika seandainya Anda membeli sesuatu dengan harapan mendapat imbalan padahal pada akhirnya Anda hanya mendapatkan ucapan terima kasih?
Anda pasti mengerti dengan apa yang saya maksud, bukan?

Baiklah akan saya berikan beberapa wow buat Anda yang saya kasihi.
Bayangkan perusahaan Anda sebagai resort di pinggir pantai.
  1. Sea shell atau kerang laut.
    Dengan berbagai macam bentuk kerang laut yang banyak terhampar di pinggir pantai bisa menarik perhatian tamu apabila anda memungutnya dan menjadikan kerang-kerang tersebut sebagai dekorasi di dalam kamar tidur tamu.
  2. Aloe vera atau lidah buaya.
    Pernahkah Anda membayangkan bila tamu Anda sepulang dari berjemur di pantai sering mendapati kulitnya merah terbakar matahari? Jika, di sekeliling hotel maupun resort Anda ada ditemukan tumbuhan lidah buaya, potonglah daunnya beberapa helai dan sodorkan kepada tamu Anda sambil menceritakan manfaatnya. Anda sudah tahukan manfaat tumbuhan ini? Lidah buaya selain penyubur rambut juga sangat baik untuk memulihkan kulit yang terbakar matahari.
  3. Cold Towel dan Hot Towel juga sering disebut oshibori dalam bahasa Jepang. Jika tamu Anda melakukan suatu tour atau excursion siapkanlah handuk dingin untuk menyambut mereka pada saat kembali ke villa Anda. Anda bisa berdiri di depan pintu untuk menyambut mereka apabila Anda tahu waktu mereka kembali. Handuk panas bisa juga untuk menggantikan handuk dingin apabila cuaca pada saat itu hujan ataupun sudah malam.
  4. Air Minum Dingin. Anda mungkin memiliki tamu yang suka jogging atau fitness dan menyukai minuman dingin. Anda bisa membuatkan segelas teh dingin dengan perasan air jeruk.
  5. Kelapa Muda. Di daerah Eropa Utara dan Eropa Timur sangat jarang ditemukan pohon kelapa. Buah ini menjadi salah satu buah yang cukup exotique buat mereka dan mereka sering penasaran untuk mengetahui rasa dari pada air dan daging kelapa ini. Jika resort Anda memilikinya, petiklah dan sajikanlah kepada tamu Anda dan katakan kepada tamu Anda bahwa itu adalah compliment dari Anda.
Demikian beberapa contoh wow yang bisa Anda pergunakan buat tamu Anda. Dan tentunya masih banyak lagi yang nantinya akan timbul dari kreatifitas Anda. Semoga informasi ini bermanfaat. Lain kali akan saya ceritakan pengalaman saya menemani tamu pada saat melakukan trip dengan helikopter.

Sabtu, 28 Januari 2012

Cara Membuat Bubble Bath (Mandi Busa)

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa untuk beberapa artikel ke depan saya akan memberikan beberapa wow yang sering disajikan seorang Butler kepada tamu-tamunya. Wow-wow ini adalah kreatifitas seorang Butler sehingga mampu memberi kesan tersendiri di hati tamu. Sudah barang tentu apabila tamu merasa terkesan terhadap pelayanan seorang Butler atau hotelier pada umumnya maka tamu tersebut akan merasa sangat diperhatikan, merasa sangat diperlakukan secara khusus dan ini menjadi salah satu bukti bahwa pelayanan yang diberikan telah mencapai bahkan melampaui qualitas yang diharapkan tamu tersebut. Namun perlu kita ketahui bahwa membuat suatu wow juga harus kita sesuaikan dengan keadaan atau kondisi sehingga wow yang kita tampilkan akan menambah kesan.

Sebagai contoh mari kita simak cerita singkat berikut. Sepasang tamu sedang menikmati keindahan pantai. Mereka berjalan-jalan menelusuri pasir putih yang bersih dan sesekali berlari-lari kecil memungut kerang yang disapu oleh ombak. Mereka sungguh menikmati bulan madu mereka sambil berjemur di pantai hingga sore menjelang. Joshua, Butler mereka sudah mengetahui acara mereka dan ingin menambah kesan bulan madu mereka. Segera Joshua memiliki ide bagaimana mewujudkannya. Maka Joshua bergegas mencari bunga dan segera menuju villa tamu tersebut. Di villa, Joshua segera membuatkan mereka sebuah wow berupa mandi busa (bubble bath) setelah terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahannya berupa sabun cair dan bunga yang sudah dipungutnya sebelumnya. 

Pada saat tamunya sudah kembali ke villa, bubble bath tersebut sudah jadi, lengkap dengan dekorasi bunga di atas busanya. Tamunya yang begitu berbahagia pada hari itu begitu terkejut mendapatkan bak mandinya sudah berisi dengan air hangat dan busa dengan dekorasi yang menarik. Tamunya merasa sangat senang, mungkin sebelumnya tamu tersebut sudah berencana membuat sendiri bubble bath itu namun apa yang tidak diharapkannya sudah dia dapatkan dengan cara yang tidak diperhitungkannya. Tamunya berdecak kagum dan wow....! 

Cara membuat mandi busa secara sederhana adalah sebagai berikut. Isi bak mandi dengan air panas dan dingin. Keran air dibuka bersamaan supaya takaran air panas dan dingin seimbang. Setelah bak mandi tersebut penuh tiga perempatnya kemudian mulailah membuat busa di atasnya. Tuangkan sabun cair (shower gel) ke dalam bucket/ember kecil kemudian arahkan shower head ke dalam bucket tersebut dan bukalah keran airnya. Sabun cair yang ditembakkan dengan tekanan air yang kuat akan menghasilkan busa yang baik. Ketebalan busa ditentukan oleh tekanan air yang ditembakkan. Setelah permukaan bak mandi tersebut sudah dipenuhi busa maka selanjutnya adalah dengan meletakkan bunga-bunga di atas busa tersebut yang berguna untuk menambah seni dan kreatifitas lewat dekorasinya.

Kamis, 12 Januari 2012

Butler Service - Pelayanan Untuk Melampaui Standar

Dalam dunia perhotelan sebuah perusahaan jasa sudah lazim membuat standarisasi dalam memberikan pelayanan kepada tamu-tamunya. Standarisasi dimaksudkan agar di dalam operasionalnya terdapat suatu prosedur yang baku dan tidak berubah-ubah sehingga menghilangkan atau mengaburkan esensi pelayanan itu sendiri. Tamu juga akan menilai bila mereka mendapatkan konsistensi dalam pelayanan. Standarisasi ini dibuat agar ada semacam acuan untuk mencapai keinginan tamu. Bisa dibayangkan bila hari ini tamu yang menginap mendapatkan dua buah handuk dikamarnya kemudian besok bertambah menjadi tiga atau empat handuk dan besoknya lagi karena tidak ada stok menjadi satu handuk saja. Selain terkesan tidak konsisten juga akan memakan biaya operasional yang lebih tinggi.

Sudah bertahun-tahun standarisasi ini dipertahankan dan sampai saat ini standarisasi tetap dijalankan. Namun, gaya berwisata para pelancong juga semakin meningkat dimana ‘demand’   mereka juga turut berubah. Standarisasi menjadi sesuatu yang kaku dan bisa membosankan. Oleh karena itu saat ini banyak perusahaan akomodasi menangkap perilaku ini dan memanfaatkan permintaan pasar ini sesuatu yang lebih bernilai ekonomis tinggi. Hotel-hotel berbintang memasukkan unsur ‘one stop service’ di dalam pelayanannya. Demikian juga semakin banyak villa menawarkan pelayanan ‘personal service’. Dan tentu mereka membayar pelayanan ini jauh lebih mahal dari yang biasanya.

Bagi tamu-tamu dengan kelas ekonomi yang lebih tinggi, pelayanan ini sangat lebih nyaman dibanding pelayanan seperti biasanya. Mereka tidak menginginkan keterlibatan banyak orang memberikan pelayanan bagi mereka. Mereka tidak ingin privasi dan kenyamanan mereka terganggu oleh karena banyaknya orang melayani mereka. Untuk mendapatkan ini, maka mereka akan mencari hotel atau villa yang menyediakan Butler Service.

Saat ini, keberadaan villa atau resort yang menyediakan jasa Butler sudah semakin banyak. Selain bernilai ekonomis tinggi juga biaya operasional bisa lebih ditekan. Karena untuk melayani sepasang tamu diperlukan satu atau dua orang karyawan setiap hari untuk melakukan housekeeping dan melayani makan dari pagi hingga malam selama mereka menginap di tempat itu. Untuk di Bali, villa dengan pelayanan butler service memasang tarif antara US$600-$2000 dan beberapa resort di mancanegara memasang tariff antara €1200 - €4000 dari yang kategori Bed and Breakfast, halfboard (room include breakfast and dinner) hingga all inclusive.

Namun untuk melakukan ini, seorang Butler harus cakap dan kreatif. Cakap dalam berkomunikasi, berwawasan luas, mengetahui kapan tamu membutuhkannya dan apa yang dibutuhkannya. Seorang butler harus memiliki ‘intuition.” Dan kreatifitas dituntut dalam hal-hal melampaui standar sehingga suatu standar tidak lagi membosankan namu kreatifitas yang melampaui standar ini akan membuat tamu semakin ‘Wow!’. Namun perlu diingat bahwa membuat suatu wow tidak harus mahal. Dalam beberapa tulisan selanjutnya, penulis akan memberikan beberapa tips untuk membuat tamu merasa ‘wow!’